Album Ariana Grande – Siapa sih di dunia ini yang nggak kenal sama Mbak Ari? Perempuan mungil bernama lengkap Ariana Grande-Butera ini bukan cuma sekadar bintang pop biasa. Dengan jangkauan vokal empat oktav dan register peluit (whistle register) yang bisa bikin kaca jendela rumah tetangga retak, dia adalah salah satu diva terbesar di abad ke-21.
Dari era kuncir kuda (high ponytail) yang ikonik banget sampai era estetika klasik ala Positions dan Eternal Sunshine, Ariana konsisten memanjakan kuping kita dengan melodi yang super adiktif. Tapi, dari semua album studio yang sudah dia rilis, mana sih album yang layak dinobatkan sebagai the ultimate masterpiece?
Nggak usah berantem di media sosial! Yuk, kita bedah dan urutkan daftar album terbaik Ariana Grande dari yang “oke banget” sampai yang “bikin telinga meleleh dan auto-repeat semalaman”. Siapkan earphone terbaikmu, dan mari kita mulai scrolling!
7. Yours Truly (2013) — Awal Mula Sang Diva Lahir
Vibes: Gaun Lucu, Pop Manis, dan Nostalgia 90-an
Kita mulai mesin waktu kita dari album debut Mbak Ari, Yours Truly. Kalau kamu dengerin album ini sekarang, rasanya kayak lagi buka buku harian lama yang penuh stiker warna-warni. Di sini, Ariana masih bertransisi dari karakternya sebagai Cat Valentine di serial Nickelodeon menuju bintang pop dunia.
- Lagu Wajib Dengar: The Way (feat. Mac Miller), Honeymoon Avenue, Baby I.
- Kenapa Album Ini Seru? Album ini adalah fondasi penting. Diproduseri oleh Babyface, Yours Truly kental banget sama nuansa R&B era 90-an yang mengingatkan kita sama Mariah Carey muda. Lagu Honeymoon Avenue adalah salah satu pembuka album terbaik sepanjang sejarah musik pop modern! Meskipun belum se-eksperimental album-album setelahnya, vokal Ariana di sini sudah langsung nge-gas dan membuktikan kalau dia bukan sekadar artis modal tampang.
6. My Everything (2014) — Era Cetak Hit Global
Vibes: Party di Kelab Malam, Laser Warna-warni, dan EDM Pop
Kalau di Yours Truly Ariana masih malu-malu kucing, di My Everything dia langsung mendobrak pintu industri musik global dengan kaki panggungnya yang kokoh. Ini adalah era di mana kamu nggak bisa kabur dari suara Ariana di radio, mal, sampai angkot. Semua tempat muter lagu dia!
- Lagu Wajib Dengar: Problem (feat. Iggy Azalea), One Last Time, Break Free (feat. Zedd), Love Me Harder (feat. The Weeknd).
- Kenapa Album Ini Seru? Album ini adalah pabrik mega-hit. Ariana bekerja sama dengan produser pop legendaris, Max Martin, untuk menciptakan lagu-lagu yang ramah lantai dansa. Kolaborasinya bareng The Weeknd di Love Me Harder adalah salah satu kolaborasi pop-R&B paling seksi pada masanya. Kekurangan album ini cuma satu: saking banyaknya lagu hit yang genrenya beda-beda (ada EDM, Pop, R&B, Ballad), album ini jadi terasa kayak kompilasi lagu hits daripada sebuah album dengan konsep yang menyatu. Tapi hey, siapa yang bisa menolak buat sing-along pas lagu One Last Time diputar?
5. Positions (2020) — Era Bucin dan Kamar Tidur yang Estetik
Vibes: R&B Lembut, Suara Biola, dan Kasmaran Tingkat Dewa
Lompat ke tahun pandemi, Ariana merilis Positions. Album ini adalah bentuk pameran kebahagiaan Ariana yang lagi kasmaran berat. Nuansa musiknya bergeser jauh dari pop yang meledak-ledak menjadi R&B alternatif yang sangat sensual, intim, dan dipenuhi instrumen gesek (strings) yang manis banget.
- Lagu Wajib Dengar: Positions, 34+35, pov, My Hair.
- Kenapa Album Ini Seru? Di album ini, Ariana bereksperimen luar biasa dengan teknik vokal vocal layering dan harmoni. Dengerin album ini pakai headphone itu rasanya kayak dibisikin langsung di telinga. Lagu pov adalah salah satu lagu balada paling menyentuh hati yang pernah dia tulis, sementara My Hair memamerkan kemampuan dia bernyanyi whistle register sambil mengeja lirik lagu dengan santai. Konsepnya sangat dewasa, santai, dan penuh getaran asmara yang bikin senyum-senyum sendiri.
4. Dangerous Woman (2016) — Transformasi Menjadi “Bad Girl” yang Elegan
Vibes: Jaket Kulit, Topeng Kelinci, Pop-Rock yang Bold
Ini adalah momen di mana kuncir kuda Ariana mulai diturunkan sedikit, dan dia mendeklarasikan kepada dunia kalau dia bukan lagi remaja polos. Dangerous Woman adalah album transisi terbaik Ariana, di mana dia menggabungkan pop, R&B, reggae, bahkan sentuhan rock.
- Lagu Wajib Dengar: Dangerous Woman, Into You, Side to Side (feat. Nicki Minaj), Be Alright.
- Kenapa Album Ini Seru? Into You sering kali disebut-sebut oleh para kritikus musik sebagai salah satu lagu pop terbaik yang pernah diciptakan di abad ini—dan itu fakta! Ketukan bassnya yang menghentak dan vokal yang klimaks bikin lagu itu abadi. Di album ini, Ariana juga menunjukkan sisi vokalnya yang tebal dan bertenaga lewat lagu utama Dangerous Woman. Album ini seru karena punya kepercayaan diri yang tinggi. Rasanya kayak memakai baju paling keren milikmu lalu berjalan catwalk di trotoar.
3. Sweetener (2018) — Eksperimen Seni dan Penyembuhan Diri
Vibes: Seni Kontemporer, Ketukan Aneh yang Candu, dan Cahaya Setelah Badai
Setelah melewati masa-masa sulit dalam hidupnya (termasuk tragedi bom Manchester), Ariana kembali dengan Sweetener. Di album ini, dia bekerja sama dengan Pharrell Williams, yang membawa warna musik yang sangat unik, penuh ketukan perkusi tak biasa, dan struktur lagu yang eksperimental. Album ini jugalah yang berhasil memenangkan piala Grammy pertama untuk Ariana!
- Lagu Wajib Dengar: No Tears Left to Cry, God Is a Woman, Breathin, R.E.M.
- Kenapa Album Ini Seru? Sweetener adalah ramuan obat penawar rasa sakit yang dikemas jadi karya seni. Melodi lagu No Tears Left to Cry yang awalnya lambat lalu berubah jadi lagu dance-pop yang optimis adalah sebuah kejeniusan. Belum lagi God Is a Woman yang megah bak sebuah himne spiritual dengan harmoni vokal berlapis-lapis yang dia rekam sendiri. Album ini mungkin butuh didengar beberapa kali sampai kamu paham indahnya, tapi begitu kamu “paham”, kamu bakal sadar kalau album ini adalah salah satu karya paling autentik dari seorang Ariana Grande.
2. Eternal Sunshine (2024) — Kedewasaan Patah Hati yang Sinematik
Vibes: Piringan Hitam, Vibes House Music 90-an, dan Air Mata di Lantai Dansa
Terinspirasi dari film favoritnya, Eternal Sunshine of the Spotless Mind, album ini adalah jurnal refleksi diri Ariana setelah melewati badai perceraian dan memulai lembaran baru. Diproduseri kembali oleh Max Martin, album ini menyajikan pop yang sangat berkelas, dipadukan dengan sentuhan house music akhir 90-an.
- Lagu Wajib Dengar: We Can’t Be Friends (Wait for Your Love), Yes, And?, The Boy Is Mine, Supernatural.
- Kenapa Album Ini Seru? We Can’t Be Friends adalah lagu pop paling menguras emosi yang bisa bikin kamu joget sambil nangis sesenggukan di pojokan kamar. Lirik-lirik di album ini sangat jujur, rentan, tapi tidak terkesan cengeng. Ariana merangkul rasa sakitnya lalu mengubahnya menjadi ketukan disko yang elegan lewat trek seperti Yes, And?. Secara vokal, dia tidak lagi berteriak-teriak pamer nada tinggi, melainkan bernyanyi dengan penuh kontrol dan emosi yang matang. Sebuah mahakarya sinematik dalam bentuk audio!
1. Thank U, Next (2019) — Sang Juara Bertahan yang Tak Tergantikan
Vibes: Kacamata Hitam, Cincin Berlian Kembar, dan “I See It, I Like It, I Want It, I Got It”
Hanya berjarak enam bulan setelah Sweetener, dalam kondisi emosional yang hancur lebur karena meninggalnya Mac Miller dan putusnya pertunangan fana dengan Pete Davidson, Ariana masuk studio bersama sahabat-sahabatnya. Modalnya cuma alkohol, tawa, air mata, dan curhatan. Hasilnya? Sebuah album pop-R&B paling berpengaruh di dekade ini: Thank U, Next.
[Trauma & Patah Hati] ───> + Sahabat & Studio Musik ───> [Thank U, Next (Masterpiece)]
- Lagu Wajib Dengar: Thank U, Next, 7 Rings, Ghostin, Needy, Break Up with Your Girlfriend, I’m Bored.
- Kenapa Ini Jadi Album Terbaik?
- Koneksi Emosional: Album ini nggak jaim. Ariana menelanjangi semua kekurangannya di lagu Needy, menangis pilu merindukan mantannya yang sudah tiada di lagu Ghostin, lalu langsung berubah jadi bos kaya raya yang sombong di lagu 7 Rings.
- Dampak Budaya: Frasa “Thank u, next” berubah dari sekadar judul lagu menjadi slogan budaya pop global untuk move on dengan cara yang elegan.
- Keselarasan Musik: Dari trek pertama sampai terakhir, album ini mengalir lancar tanpa ada satu pun lagu yang gagal (no skips album). Musik trap-pop bercampur R&B di sini menjadi standar baru bagi musik pop modern setelahnya.
Thank U, Next adalah momen di mana rasa sakit disulap menjadi kekuatan, dan rasa sedih diubah menjadi pundi-pundi dolar serta rekor Spotify. This is Ariana Grande at her absolute peak!
Tabel Rangkuman: Mana Album yang Sesuai Mood Kamu?
Biar kamu nggak bingung mau dengerin album yang mana dulu pas buka aplikasi streaming, contek aja panduan praktis berdasarkan mood kamu di bawah ini:
| Jika Mood Kamu Lagi… | Maka Album Ariana Terbaik Buat Kamu Adalah… | Kenapa? |
| Galau tapi pengen tetep kelihatan keren | Thank U, Next 🖤 | Liriknya sedih tapi beat-nya bikin tetep pengen tegap melangkah. |
| Patah hati dewasa dan pengen merenung | Eternal Sunshine ☀️ | Menatap masa lalu dengan kepala dingin dan melodi sinematik. |
| Kasmaran, bucin, dan lagi jatuh cinta | Positions 🤍 | Vibes-nya sensual, hangat, dan penuh dengan harmoni kasmaran. |
| Butuh semangat buat olahraga/kerja | My Everything atau Dangerous Woman ⚡ | Isinya lagu-lagu up-beat dengan vokal bertenaga yang memompa adrenalin. |
| Lagi pengen dengerin musik yang “seni banget” | Sweetener ☁️ | Ketukan musiknya unik, ajaib, dan nggak pasaran. |
Kesimpulan: Evolusi Seorang Diva
Melihat daftar album di atas, kita bisa belajar kalau Ariana Grande bukan cuma sekadar penyanyi yang dikasih lagu oleh agensinya lalu bernyanyi. Dia adalah seorang musisi sejati. Kita bisa melihat evolusinya dari seorang gadis remaja yang manis di Yours Truly, menjadi bintang pop pembuat hits di My Everything, hingga menjadi perempuan mandiri yang memegang kendali penuh atas narasi hidup dan musiknya sendiri di album Thank U, Next dan Eternal Sunshine.
Jadi, dari ketujuh album di atas, mana nih yang jadi nomor satu di versi kamu? Apakah kamu tim si paling galau Thank U, Next, atau tim si paling estetik Eternal Sunshine? Apa pun pilihanmu, satu hal yang pasti: Mbak Ari nggak pernah gagal bikin telinga kita termanja-manja!
